Thursday, April 27, 2017

MIKROTIK OS




SOAL :
1. Mencari fungsi microtik os
2. Mencari studi kasus microtik os

JAWAB :
1.   > Pengaturan koneksi internet dapat dilakukan secara terpusat dan memudahkan untuk pengelolaannya.

     > Konfigurasi LAN dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan PC Mikrotik Router OS dengan hardware requirements yang sangat rendah.
    
     >Blocking situs-situs terlarang dengan menggunakan proxy di mikrotik.
Pembuatan PPPoE Server.
    
     >Billing Hotspot.
Memisahkan bandwith traffic internasional dan local, dan lainnya.


2.   Kantor PT. Jaya Sentosa Memiliki 4 lantai, dan jumlah seluruh pemakai internet di kantor tersebut ada50 User sudah termasuk PC & Laptop. Layanan internet menggunakan Modem GSM Up To 10 Mbps. Anda sebagai teknisi jaringan ditugaskan oleh owner untuk setting jaringan menggunakan mikrotikmulai membuat gateway sampai Bandwidth Management.


Petunjuk
 1. Mikrotik Menggunakan RB95ui-2hnd G
 2. Buat 4 buah gateway untuk masing-masing interface (3gateway mengarah ke jaringan LAN dan satu  gateway mengarah ke jaringan Wifi )
      · Gateway lantai 1 : 192.168.1.1/24 Jaringan LAN
      · Gateway lantai 2 : 192.168.2.1/24 jaringan LAN
      · Gateway lantai 3 : 192.168.3.1/24 jaringan LAN
      · Gateway lantai 4 : 192.168.4.1/24 jaringan Wifi
3. Setting Koneksi Internet menggunakan PPP Client sehingga mikrotik sudah bisa terkoneksi denganInternet
4. Buat Network Address Translation (NAT)
5. Uji Cobang Ping ke luar jaringan di Mesin Mikrotik
6. Setting Bandwidth Management untuk seluruh client dengan metode Simple Queue dan Queue

Tree dimana Rule nya :
       · Lantai 1 dapat jatah Bandwidth 2 mb/s dengan jumlah user 10 (Static IP)
       · Lantai 2 dapat Jatah Bandwidth 3 mb/s dengan jumlah user 15 (DHCP Server)
       · Lantai 3 dapat jatah bandwidth 2 mb/s dengan jumlah user 15 (DHCP Server)
       · dan lantai 4 dapat jatah bandwidth 2 mb/ dengan jumlah user 10 (DHCP Server)
       · untuk lantai 1 sampai 3 gunakan Metode Queue Simple dengan parent.
       · untuk lantai 4 gunakan Queue Tree dengan metode PCQ
7. Uji Coba Hasil Settingan Menggunakan Speed Test dan Download Manager untuk mengetahui
Bandwidth yang diterima oleh masing-masing user



MIKROTIK OS







NAMA :
Faisal Ali Fanani          1434010132
M Riza Pahlawan                  1434010178

LABORATORIUM JARINGAN KOMPUTER
PROGAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
2016


Sunday, April 16, 2017

Drug Related Problem (DRP)

Care plan adalah keputusan dan tindakan profesi dalam merancang rencana pedoman mengatasi Drug Related Problem (DRP) agar tercapai goal of therapy disertai panduan tertulis penggunaan obat yang benar dan baik untuk penderita/keluarga, rencana monitoring penggunaan dan hasil-dampaknya serta rencana menyiapkan strategi evaluasi dan tindak lanjut bila muncul DRP.

DRP
Rencana Monitoring
Aktualisasi
Kepatuhan
penggunaan
obat
Memastikan pasien meminum obatnya secara teratur setiap hari.
Menginformasikan pada pasien bahwa minum obat secara teratur sangat penting dalam menjaga kadar gula darah untuk keberhasilan terapi yang sedang dijalankan.
Cara pemakaian yang tidak tepat
Pemberian informasi tentang cara pemakaian setiap obat
Pemberian etiket dengan keterengan yang lengkap disertai cara pemakaian obat yang tepat
Pasien tidak minum obat dengan benar (lupa atau terlalu berlebihan)
Memastikan obat habis tepat waktu dengan jumlah yang tepat
Melakukan monitoring melalui telepon.
Memberi pengertian pentingnya minum obatn dan akibatnya bila tidak patuh minum obat
Efek samping obat
Pemberian informasi tentang efek samping obat yang paling sering terjadi dari obat yang diterima
Member informasi akan muncul efek samping seperti captopril efek sampingnya batuk kering, bila efek saming yang muncul berkelanjutan, segera hubungi dokter

Pola makan yang tidak benar, tidak mendukung terapi yang diterima
Memastikan pasien menghindari makanan-makanan yang dapat memicu kenaikan tekanan darah sehingga dapat dicapai efek terapi yang optimal
Memberi catatan tentang pola makan yang benar yaitu menghindari konsumsi makanan/minuman yang memicu kenaikan darah tinggi seperti makanan tinggi garam dan kolesterol.

Pemberian informasi dan edukasi terkait terapi yang sedang dijalani pasien sangat penting demi tercapainya tujuan terapi. Edukasi sebaiknya disampaikan langsung kepada pasien karena yang paling mengerti kondisi pasien adalah pasien itu sendiri. Informasi dan edukasi yang disampaikan meliputi:
1.             Penjelasan tentang terapi yang diterima pasien yaitu jenis obat yang diterima, fungsi masing-masing obat, aturan pakai obat, efek samping obat yang mungkin dapat terjadi dan cara pengatasannya serta penyimpanan obat.
2.             Terapi non farmakologi untuk mendukung terapi obatnya, yaitu memodifikasi gaya hidup misalnya seperti melakukan olah raga secara teratur, menurunkan berat badan bila kelebihan berat badan, melakukan diet makanan rendah kolesterol dan rendah garam, serta menghindari stress agar penyakitnya tidak semakin parah.



LEARNING OUTCOME kefarmasian

LEARNING OUTCOME

2.1     Profession Judgement dan Sitem Manajemen
Profession Judgement adalah salah satu kemampuan untuk membuat keputusan profesi yang bertanggung jawab tehadap tindakan profesi dalam pekerjaan kefarmasian berdasar pada ilmu pengetahuan dan tekhnologi, standar praktek kefarmasian, dan undang-undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang terikat pada etika profesi. Keberadaan apoteker di apotek pada akhirnya menjadi mutak dalam mengambil sebuah keputusan dan melayani obat dan alat kesehatan (alkes) secara tepat. Pembuatan keputusan dan tindakan yang tepat oleh apoteker erat kaitannya dengan penjaminan terpenuhinya kebutuhan obat dan alat kesehatan sehingga pelayanan di puskesmas menjadi lancar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
Seorang apoteker harus memiliki kemampuan sebagai manager dalam pengelolaan sistem kefarmasian di semua sektor. Apoteker yang melakukan praktik di puskesmas harus memiliki kemampuan manajerial yang berorientasi pada pelayanan kefarmasian, yaitu pengelolaan obat serta perbekalan kefarmasian yang ada di puskesmas. Pengelolaan tersebut diantaranya melakukan perencanaan dan pengadaan obat, penerimaan obat, penyimpanan obat serta pendistribusian obat di puskesmas.
Dalam setiap melakukan kegiatan tersebut tentunya diperlukan pencatatan yang baik agar setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik dan dapat memudahakan dalam pembuatan laporan yang harus diserahkan setiap bulannya. Pencatatan-pencatatan tersebut misalnya dalam bentuk kartu stok serta buku-buku bantu lainnya seperti buku harian obat untuk mencatat jumlah dan jenis obat yang keluar setiap harinya, buku register obat, buku catatan obat masuk, buku catatan obat keluar, serta LPLPO. Agar pencatatan-pencatatan tersebut dapat terlaksana dengan baik, maka diperlukan pembagian tugas yang jelas pada staf yang ada di unit obat.


2.1.1  Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses seleksi jumlah obat dan alkes yang perlu disiapkan oleh puskesmas sehingga dapat memenuhi kebutuhan puskesmas itu sendiri. Agar dapat melaksanakan perencanaan kebutuhan obat dan alkes, maka puskesmas membutuhkan data pemakaian obat dan alkes pertahun. Perencanaan pengadaan obat dilakukan tiap tahun sekali.
          Tujuan perencanaan adalah:
1.             Perkiraan jenis dan jumlah obat dan alkes yang mendekati kebutuhan nyata.
2.             Meningkatkan efisiensi penggunaan obat dan alkes.
3.             Meningkatkan mutu dan pelayanan obat dan alkes.

2.1.2  Pengadaan
Pengadaan obat dan alkes pada puskesmas Medokan Ayu tidak diadakan sendiri, tetapi pengadaan ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang disimpan dan didistribusikan oleh Gudang Farmasi Kota (GFK). Pengambilan obat dan alkes puskesmas Medokan Ayu ke GFK dilakukan tiap dua bulan sekali pada bulan genap berdasarkan dokumen LPLPO kecuali ada kejadian luar biasa obat dapat diminta diluar bulan genap dengan membuat surat permintaan yang disetujui oleh kepala puskesmas.

2.1.3  Penerimaan
Penerimaan obat dari GFK dilakukan pengecekan dan pencatatan mengenai nama obat, jumlah obat, bentuk sediaan, nomor batch dan expired date obat pada buku masuk obat, buku expired obat dan pencatatan pada komputer melalui simpus serta pencatatan jumlah obat yang diterima pada kartu stok obat. Setelah dilakukan pencatatan diikuti penyimpanan dan penataan obat di kamar obat dengan sistem FEFO. Kamar obat ini telah dilengkapi dengan pendingin ruangan/air conditioner (AC) yang bertujuan untuk mengatur suhu ruangan. Penataan obat di kamar obat dilakukan berdasarkan abjad dan ditata sesuai bentuk sediaan dan jenis sediaan. Obat yang berbentuk cair dan alat kesehatan disimpan di rak bagian bawah. Obat golongan antibiotik dan sediaan semisolid diletakkan di lemari tersendiri. Obat golongan narkotika dan psikotropika disimpan di dalam lemari kayu berwarna coklat dan terkunci.

2.1.4  Compounding-Dispensing
Pelayanan obat di Puskesmas Medokan Ayu hanya bisa dilakukan atas permintaan resep dokter dari klinik umum, dokter gigi dari klinik gigi, bidan dan dokter spesialis anak dari klinik KIA.
Setelah menerima resep dari pasien, dilakukan skrining resep yang meliputi skrining administratif, farmasetis dan klinis serta memberikan nomer resep pada pasien. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan pengobatan yang mungkin terjadi. Jika didapat keraguan tentang isi resep, ditanyakan pada dokter penulis resep tersebut. Setelah itu dilakukan penyiapan obat sesuai permintaan dalam resep dan ditulis etiketnya. Sebelum diserahkan, obat yang telah disiapkan diperiksa kembali apakah sudah sesuai dengan permintaan resep untuk menghindari kesalahan.
2.1.5  Penyerahan dan Informasi
Sebelum penyerahan obat, apoteker atau asisten apoteker di unit obat melakukan pengecekan terakhir tentang nama pasien, jenis obat, jumlah obat, aturan pakai, dan kemasan yang kemudian dilakukan penilaian kesesuaian obat dengan indikasi penyakit pasien. hal tersebut tercapai melalui komunikasi langsung dengan pasien, dengan penulusuran keluhan-keluhan pasien. Jika terdapat ketidaksesuaian antara obat yang diberikan dengan keluhan yang dirasakan oleh pasien, maka unit obat akan mendiskusikannya dengan dokter penulis resep. Langkah ini dilakukan untuk menjamin terpenuhinya parameter tepat penderita,  tepat obat, tepat dosis, tepat indikasi, tepat petunjuk penggunaan, dan waspada efek samping obat.
Selanjutnya apoteker menyerahkan obat dengan disertai konseling, informasi, dan edukasi terkait obat kepada pasien. Hal ini penting dilakukan karena penyebab utama pasien tidak menggunakan obat dengan tepat adalah karena pasien tidak mendapat penjelasan yang cukup mengenai obat yang digunakan. Apoteker harus memberikan informasi yang benar, jelas dan mudah dimengerti, akurat, tidak bias, etis, dan bijaksana. Informasi yang perlu diberikan kepada pasien antara lain indikasi obat, aturan pakai, cara penggunaan, lama pemakaian obat yang dianjurkan, efek samping obat, interaksi obat, dan cara penyimpanan.

2.1.6  Penyuluhan Kepada Masyarakat
Salah satu peran puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar adalah melalukan upaya promotif dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Penyuluhan kepada masyarakat dilakukan sekali di puskesmas induk sebelum pelayanan kesehatan dimulai.

2.2     Pharmaceutical Care
Pharmaceutical care adalah tanggung jawab seorang apoteker dalam menjamin penggunaan obat oleh pasien dengan benar dan baik, untuk tercapainya tujuan terapi sehingga dapat meningkatkan meningkatkan kualitas hidup pasien. Seorang apoteker di puskesmas dituntut dapat mengimplementasikan praktek kefarmasian dengan berdasar pharmaceutical care. Hal tersebut dapat tercermin dalam menjamin penggunaan obat oleh pasien dengan baik dan benar sehingga dapat tercapai tujuan terapi yang diinginkan yaitu meningkatkan kualitas hidup pasien.
Selama pelaksanaan BPP di Puskesmas Medokan Ayu terdapat berbagai macam praktik farmakoterapi (terapi obat), diantaranya adalah terapi untuk penyakit hipertensi, diabetes mellitus, diare, infeksi saluran pernapasan atas, dan lain-lain. Untuk penyusunan naskah ini diambil resep yang berisi sebagai berikut:





Saturday, February 18, 2017

Tendon Pratekan



Tendon Pratekan Istilah “tendon” digunakan untuk menguraikan sebuah kabel tunggal, untaian,kelompok kabel atau batang (lihat Gbr. 2.2.). Tipe perkuatan pratekan yang paling seringdigunakan adalah untaian-tujuh-kabel atau strand 7-kabel (seven-wire strand). Karena strand7-kabel dibuat di USA maka standar diameter nominal di seluruh dunia menggunakan satuaninci, dengan 38 inci (9.53 mm),12 inci (12.70 mm), dan 0.6 inci (15.24 mm) merupakan diamater-diamater yang paling sering digunakan. Untaian – untaian kabel ini digunakan baikuntuk konstruksi pretension maupun post-tension. Kekuatan tarik ultimit dari untaian-untaiankabel ini bervariasi mulai dari 250 sampai 270 ksi (1720 – 1860Mpa).Batang ( bar), Kawat (wire) , Kawat untai (strands).
 
Batang prategang terdeformasi adalah suatu tipe khusus perkuatan yang berguna dalam beberapa tipe konstruksi post-tension. Diameter nominal bervariasi dari 38inci (15 mm)sampai 138inci (36 mm) dan tegangan tarik ultimit sekitar 150 ksi (1030 Mpa). Kawat tunggal adalah bentuk pertama perkuatan prategang yang berhasil dan yang tetap digunakan hingga sekarang untuk penerapan khusus seperti penghubung rel kereta.Diameter nominal 0.196 inci (5 mm) atau 0.276 inci (7 mm) dan tegangan tarik ultimit berkisar 235 sampai 250 ksi (1620 - 1720 Mpa).
·         Sistem Pratekan Pretensioning (Sistem Penegangan-Awal)
Sub-bab ini meliputi topik sbb,
1.      Tahap-tahap Pretensioning (Penegangan/Penarikan-Awal)
2.       Keuntungan dan Kerugian Sistem Pretensioning
3.       Perangkat Sistem Pretensioning
4.      Fabrikasi Bantalan Rel Sistem Pretensioning
·         Tahap-tahap Pretensioning (Penegangan-Awal)
Dalam sistem pretensioning, tendon baja kekuatan tinggi ditarik diantara dua
ujung abutmen (juga disebut bulkhead ) sebelum pengecoran beton. Abutmen-abutmen dikekang pada ujung-ujung landasan prategang.Pada saat beton mencapai kekuatan yang diinginkan untuk penegangan, tendon-tendon diputus dari abutmen-abutmennya. Gaya pratekan ditransfer ke beton dari tendon,berdasarkan ikatan/rekatan diantara beton dan tendon. Selama transfer prategang, elemen mengalami perpendekkan elastik. Apabila tendon diaplikasikan secara eksentris, elemen sangat munngkin mengalami lenturan dan defleksi .
Tahap - tahap yang berbeda dari pelaksanaan pretensioning diringkaskan sbb.:
1. Pengangkuran tendon pada ujung-ujung abutmen
2. Penempatan jack-ack (dongkrak)
3. Aplikasi tarikan pada tendon
4. Pencetakan beton
5. Memutus tendon
Selama pemutusan tendon-tendon, prategang ditransfer pada beton melalui perpendekkan elastik dan pelengkungan elemen. Tahap-tahap tersebut ditunjukkan secara skematik dalam Gambar. 2.3. Panjang penegangan dan alas acuan bervariasi dari sekitar 80 feet (25 m) sampai 650 feet (200 m), bergantung pada produk yang diperlukan. Untaian kabel yang ditegangkan secara individu biasanya dilepaskan dengan api-pemotong atau sawing. Urutan pemotongan harus sedemikian rupa agar tegangan-tegangan tetap sesimetris mungkin. Pemotongan harus dilakukan secara bertahap dan sedekat mungkin dengan elemen untuk meminimalkan jumlah energi yang ditransfer secara dinamik melalui tegangan ikat pada pelepasan.

Sunday, February 12, 2017

DDL dan DML, dancontohya



SOAL!

1.      Pengertian DDL dan DML, dancontohya!
2.      Kerjakan no 15 Modul 1!

JAWABAN!

1.   -        DDL (Data Definition Language)

Data Definition Language (DDL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakanuntukmembangunkerangka database.  Ataujugamerupakankelompokperintah yang berfungsiuntukmendefinisikanatribut-atribut database, table, atributkolom, batasan-batasanterhadapsuatuatributsertahubunganantar table.
Yang termasukkelompok DDL iniadalah :
  • CREATE :Perintahinidigunakanuntukmembuat, termasuk di antaranyamembuat database baru, tabelbaru, view baru, dankolom.

Contoh :
> create table mahasiswa (nim  char(8) primary key,nama_mahasiswa  varchar(20),nilai integer(3),alamat  varchar(25);
  • ALTER :Perintahinidigunakanuntukmengubahstrukturtabel yang telahdibuat. Pekerjaannyamencakupmenggantinamatabel, menambahkolom, mengubahkolom, menghapuskolom, maupunmemberikanatributpadakolom.

Contoh :
>alter table mahasiswa rename wisudawan;

  • DROP :Perintahinidigunakanuntukmenghapus database dantabel.

Contoh :
>Alter table ‘mahasiswa’ drop ‘alamat’;

-      DML (Data Manipulation Language )
Data Manipulation Language (DML) merupakan sub bahasa SQL yang digunakanuntukmemanipulasi data dalam database yang telahterbuat.

Perintah yang digunakan, di antaranya

               INSERT :Perintahinidigunakanuntukmenyisipkanataumemasukkan data barukedalamtabel. Penggunaannyasetelah database dantabelselesaidibuat.
Contoh :
Insert into mahasiswa values (“08052926”, “Frenky”,”70”);

               SELECT :Perintahinidigunakanuntukmengambil data ataumenampilkan data darisatutabelataubeberapatabeldalamrelasi. Data yang diambildapatkitatampilkandalamlayar prompt MySQL secaralangsungmaupunditampilkanpadatampilanaplikasi.
Contoh :
Select nama_mahasiswa from mahasiswa where nilai = 70;

               UPDATE :Perintahinidigunakanuntukmemperbarui data lama menjadi data terkini. JikaAndamemiliki data yang salahataukurang up to date dengankondisisekarang, makadapatdiubahisidatanyamenggunakanperintah UPDATE.
Contoh:
                                >mahasiswa set nim = ‘08052926’ = 08052927;
               DELETE :Perintahinidigunakanuntukmenghapus data daritabel. Biasanya data yang dihapusmerupakan data yang sudahtidakdiperlukanlagi. Padasaatmenghapus data, perintah yang telahdijalankantidakdapatdigagalkan, sehingga data yang telahhilangtidakdapatdikembalikanlagi
Contoh :
>delete form mahasiswa;

2.       A) Output yang dihasilkandalah rata-rata commission_pct yang terdapat di table employess.
B) Output yang dihasilkanakanmengembalikannilai 0 jika rata-rata commission_pct di table employessbernilai null.



Nama :MahendraEkaSetiawan
Npm  : 1434010095