Tuesday, December 5, 2017

Global Position System (GPS)

2.1      Global Positioning System
Global Position System (GPS) merupakan sistem satelit navigasi dan penentuan posisi. Melalui sistem ini, informasi posisi dan kecepatan serta waktu dapat diberikan secara kontinyu di seluruh dunia kepada banyak orang secara simultan.
Pada dasarnya GPS terdiri atas tiga segmen utama, yaitu segmen angkasa yang terdiri dari satelit-satelit GPS, segmen sistem control yang terdiri dari stasiun-stasiun pemonitor dan pengontrol satelit, dan segmen pemakai yang terdiri dari pemakai GPS termasuk alat-alat penerima dan pengolah sinyal serta data GPS.
Segmen sistem kontrol digunakan sebagai pengontrol dan pemantau operasional satelit. Kehandalan satelit-satelit GPS tersebut dipantau dan dikontrol oleh segmen kontrol yang terdiri dari beberapa stasiun pemonitor dan pengontrol yang tersebar di seluruh dunia.
Pada segmen pengguna, perangkat yang digunakan dinamakan GPS receiver. Penerima GPS ini diperlukan untuk menerima dan memproses sinyal-sinyal dari satelit GPS untuk digunakan dalam penentuan posisi, kecepatan, maupun waktu. Penerima GPS ini dapat menerima sinyal berupa format data yang dikirimkan oleh satelit kemudian di proses baik dengan mikrokontroler maupun oleh computer melalui proses parsing.
GPS menerima sinyal data dari satelit berupa format data. Terdapat lima jenis format data keluaran pada penerima GPS yaitu NMEA 0180, NMEA 0182, NMEA 0183, AVIATION, dan PLOTTING.[1]

2.1.1.    Protokol NMEA 0183
Secara fisik GPS Receiver berupa integrated circuit (IC) dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, misalnya pada mobil, kapal, pesawat terbang, pertanian dan lain-lain. GPS receiver dapat diintegrasikan dengan komputer, laptop atau perangkat lain. GPS Receiver memiliki output standar yang berisi informasi yang berhubungan dengan data-data geografi. Standar format informasi tersebut diberi nama NMEA-0183.
NMEA-0183 adalah standar kalimat laporan yang dikeluarkan oleh GPS receiver. NMEA-0183 berisi informasi yang berhubungan dengan geografi seperti tentang waktu, longitude, latitude, ketinggian, kecepatan dan masih banyak lagi. Untuk menampilkan informasi yang lebih dimengerti oleh user data NMEA-0183 perlu diolah lebih lanjut.
Standar NMEA-0183 menggunakan format data berbentuk kalimat (string) yang merupakan rangkaian karakter ASCII 8 bit, masing-masing kalimat mendefinisikan isi masing-masing tipe pesan yang dapat dipilah-pilah. Lima karakter pertama berupa setelah tanda $ disebut field alamat. Dua karakter pertama pada address disebut Talker-ID. Setelah Talker-ID pada format data NMEA, mengikuti dibelakangnya terdapat 3 karakter yang menjelaskan tipe kalimat. Sedangkan tiap data dipisahkan dengan koma, jika ada field kosong maka tidak terisi apapun diantara dua koma dan diakhiri oleh Carriage Return + Line Feed (CR+LF) [2].
Standar NMEA-0183 memiliki banyak jenis bentuk kalimat, jenis bentuk kalimat NMEA-0183 dapat ditunjukkan pada Tabel 2.1 berikut:

          Tabel 2.1 Jenis bentuk kalimat NMEA-0183 [1].

$GPGGA
Global positioning system fixed data
$GPGLL
Geographic position - latitude / longitude
$GPGSA
GNSS DOP and active satellites
$GPGSV
GNSS satellites in view
$GPRMC
Recommended minimum specific GNSS data
$GPVTG
Course over ground and ground speed

2.1.2.    Output NMEA.
Output dari pesawat penerima GPS memiliki struktur tertentu yang disebut NMEA output. Namun pada proyek akhir ini, akan dijelaskan tentang format data $GPGGA dari sebuah standart kalimat laporan NMEA-0183 [3]. Struktur output NMEA dapat dilihat seperti contoh berikut :$GPGGA, 083559.00,3723.2475,N, 12158.3416,W, 1,07,1.0,9.0,M
Tabel 2.2 di bawah ini merupakan cara pembacaan format kalimat $GPGGA dari contoh di atas.

Tabel 2.2GGA Data Format [3].

Nama
Nilai
Deskripsi
Message ID
$GPGGA
Header protocol GGA
UTC Time
083559.00
UTC dari penentuan posisi(hhmmss.ss)
Latitude
3723.2475
Lintang geografis (ddmm.mmmm)
N/S Indicator
N
Arah lintang (N-North, S-South)
Longitude
12158.3416
Bujur geografis (ddmm.mmmm)
E/W Indicator
W
Arah Bujur (E-East, W-west)
Position Fix Indicator
1
Indikator kualitas GPS
Satellite Used
07
Jumlah satelit yang digunakan (00-12)
HDOP
1.0
DOP Horisontal
MSL Altitude
9.0
Referansi tinggi antenna di atas MSL
Units
M
Satuan dari altitude (meter)
Diff.Ref.Station ID
0000
Base station ID (0000-1023)
Checksum
*77



Sunday, November 19, 2017

Amlodipine Simvastatin Ibuprofen

Amlodipine
1.      Komposisi
Amlodipine
2.      Mekanisme Kerja
Blokade kanal kalsium
3.      Indikasi
Hipertensi
4.      Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap obat ini dan golongan dihydropirydine lain.
5.      Dosis
Dosis awal 5mg sekali sehari, bila diperlukan dapat ditingkatkan sampai 10 mg sekali sehari.
Pada resep sehari satu kali pagi hari 5 mg.
6.      Efek Samping
Efek samping yang dapat terjadi adalah:
Kardiovaskular: aritmia, bradikardi, nyeri dada, takikardi.
Neurologi : hipertesia, neuropati periver, tremor, vertigo, sakit kepala, pusing.
Kulit: dermatitis.
Saluran pencernaan: tidak nyaman di lambung, mual, kram.
Pernafasan: nafas pendek.
7.      Interaksi Obat
Dengan beta bloker dapat meningkatkan resiko depresi myocardial.
8.      Keterangan
Gangguan fungsi hati meningkatkan waktu paroh amlodipin sehingga perlu pengawasan.
Pada apotek tidak terdapat amlodipin 5 mg, terdapat amlodipin 10 mg, jadi aturan pemakaian obat yang diberikan adalah sehari satu kali pagi hari setengah tablet.

Simvastatin
1.         Komposisi
Simvastatin
2.      Mekanisme kerja
Meningkatkan laju eliminasi kolesterol dalam darah dan menurunkan produksi kolesterol dengan menghambat enzim pengkatalisa produksi kolesterol.
3.      Indikasi
Hiperkolesterol
4.      Kontraindikasi
Kerusakan fungsi hati, ibu hamil dan ibu menyusui.
5.      Dosis
5-40 mg/hari pada malam hari
6.      Efek samping
Efek samping yang dapat terjadi: pusing, katarak, mual, muntah, diare.
7.      Interaksi obat
Anti jamur golongan azole, cyclosporin, antibiotik makrolid, gemfibrozil, niacin, verapamil dapat menimbulkan myopati.
8.      Keterangan
-

Ibuprofen
1.      Komposisi
Ibuprofen 400 mg
2.      Mekanisme kerja
Menurunkan inflamasi, nyeri dan panas melalui hambatan aktivitas enzim cyclooxygenase.
3.      Indikasi
Menurunkan nyeri dan inflamasi
4.      Kontraindikasi
Hipersensitiv terhadap NSAID, ulkus peptikum
5.      Dosis
Dewasa 300-800 mg tiga-empat kali sehari dan tidak lebih dari 3,2g/hari.
Pada resep sehari dua kali 400 mg.
6.      Efek samping
Pusing, sakit kepala, vertigo, diare, mual, muntah, konstipasi, kram, sakit perut, hiper kalemia, hemauria.
7.      Interaksi obat
Dengan beta bloker dan diuretik golongan loop: kemungkinan menurunkan efek antihipertensi, dengan warfarin: meningkatkan resiko pendarahan gastrointestinal, dengan digoxin, lithium, dan methotrexate: dapat meningkatkan kadar obat tersebut dalam darah.
8.      Keterangan
-



Friday, September 22, 2017

Sistem Pratekan Pretensioning (Sistem Penegangan-Awal)



·         Sistem Pratekan Pretensioning (Sistem Penegangan-Awal)
Dalam sistem pretensioning, tendon baja kekuatan tinggi ditarik diantara dua
ujung abutmen (juga disebut bulkhead ) sebelum pengecoran beton. Abutmen-abutmen dikekang pada ujung-ujung landasan prategang.Pada saat beton mencapai kekuatan yang diinginkan untuk penegangan, tendon-tendon diputus dari abutmen-abutmennya. Gaya pratekan ditransfer ke beton dari tendon,berdasarkan ikatan/rekatan diantara beton dan tendon. Selama transfer prategang, elemen mengalami perpendekkan elastik. Apabila tendon diaplikasikan secara eksentris, elemen sangat munngkin mengalami lenturan dan defleksi .
Tahap - tahap yang berbeda dari pelaksanaan pretensioning diringkaskan sbb.:
1. Pengangkuran tendon pada ujung-ujung abutmen
2. Penempatan jack-ack (dongkrak)
3. Aplikasi tarikan pada tendon
4. Pencetakan beton
5. Memutus tendon
Selama pemutusan tendon-tendon, prategang ditransfer pada beton melalui perpendekkan elastik dan pelengkungan elemen. Tahap-tahap tersebut ditunjukkan secara skematik dalam Gambar. 2.3. Panjang penegangan dan alas acuan bervariasi dari sekitar 80 feet (25 m) sampai 650 feet (200 m), bergantung pada produk yang diperlukan. Untaian kabel yang ditegangkan secara individu biasanya dilepaskan dengan api-pemotong atau sawing. Urutan pemotongan harus sedemikian rupa agar tegangan-tegangan tetap sesimetris mungkin. Pemotongan harus dilakukan secara bertahap dan sedekat mungkin dengan elemen untuk meminimalkan jumlah energi yang ditransfer secara dinamik melalui tegangan ikat pada pelepasan.



·         Keuntungan dan Kerugian Sistem Pretensioning
Keuntungan relatif sistem pretensioning dibandingkan dengan sistem post-tensioning adalah Sistem pretensioning cocok untuk elemen pracetak yang diproduksi dalam jumlah besar.
·         Kerugian relatif sistem pretensioning adalah,
1.       Suatu alas penegangan diperlukan untuk pelaksanaan pretensioning;
2.       Terdapat suatu masa tunggu di alas penegangan, sebelum beton mencapai cukup kekuatan;
3.      Harus ada ikatan/rekatan yang baik diantara beton dan baja sepanjang panjang transmisi
 


Sisi samping acuan (mold) terlihat di latarbelakang ke arahkanan. Untaian kabel prategang ditahan pada pusat balok oleh katrol-katrol baja yang akan tertinggal dalam beton sesudah pengecoran. Alas berukuran
cukup panjang sehingga beberapa gelagar dapat dicetak dari ujung ke ujung, dengan
untaian kabel ditarik keatas dan ke bawah sesuai keperluan. Baja tulanganlunak
digunakan sebagai tulangan geser (sengkang). Sisi-sisi atas sengkang akan merekat pada lapisan penutup yang dicetak di tempat. Puntiran vertikal kabel prategang dekat ujung gelagar akan berfungsi sebagai putaran pengangkat.
·         Perangkat Sistem Pretensioning
Beberapa perangkat penting dalam sistem pretensioning adalah sbb.:
1.      Alas / landasan prategangan
2.      Abutmen ujung
3.       Acuan / mold
4.       Jack (dongkrak)
5.      Perangkat pengangkuran
6.       Perangkat pelentuk kabel