Sunday, November 19, 2017

Amlodipine Simvastatin Ibuprofen

Amlodipine
1.      Komposisi
Amlodipine
2.      Mekanisme Kerja
Blokade kanal kalsium
3.      Indikasi
Hipertensi
4.      Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap obat ini dan golongan dihydropirydine lain.
5.      Dosis
Dosis awal 5mg sekali sehari, bila diperlukan dapat ditingkatkan sampai 10 mg sekali sehari.
Pada resep sehari satu kali pagi hari 5 mg.
6.      Efek Samping
Efek samping yang dapat terjadi adalah:
Kardiovaskular: aritmia, bradikardi, nyeri dada, takikardi.
Neurologi : hipertesia, neuropati periver, tremor, vertigo, sakit kepala, pusing.
Kulit: dermatitis.
Saluran pencernaan: tidak nyaman di lambung, mual, kram.
Pernafasan: nafas pendek.
7.      Interaksi Obat
Dengan beta bloker dapat meningkatkan resiko depresi myocardial.
8.      Keterangan
Gangguan fungsi hati meningkatkan waktu paroh amlodipin sehingga perlu pengawasan.
Pada apotek tidak terdapat amlodipin 5 mg, terdapat amlodipin 10 mg, jadi aturan pemakaian obat yang diberikan adalah sehari satu kali pagi hari setengah tablet.

Simvastatin
1.         Komposisi
Simvastatin
2.      Mekanisme kerja
Meningkatkan laju eliminasi kolesterol dalam darah dan menurunkan produksi kolesterol dengan menghambat enzim pengkatalisa produksi kolesterol.
3.      Indikasi
Hiperkolesterol
4.      Kontraindikasi
Kerusakan fungsi hati, ibu hamil dan ibu menyusui.
5.      Dosis
5-40 mg/hari pada malam hari
6.      Efek samping
Efek samping yang dapat terjadi: pusing, katarak, mual, muntah, diare.
7.      Interaksi obat
Anti jamur golongan azole, cyclosporin, antibiotik makrolid, gemfibrozil, niacin, verapamil dapat menimbulkan myopati.
8.      Keterangan
-

Ibuprofen
1.      Komposisi
Ibuprofen 400 mg
2.      Mekanisme kerja
Menurunkan inflamasi, nyeri dan panas melalui hambatan aktivitas enzim cyclooxygenase.
3.      Indikasi
Menurunkan nyeri dan inflamasi
4.      Kontraindikasi
Hipersensitiv terhadap NSAID, ulkus peptikum
5.      Dosis
Dewasa 300-800 mg tiga-empat kali sehari dan tidak lebih dari 3,2g/hari.
Pada resep sehari dua kali 400 mg.
6.      Efek samping
Pusing, sakit kepala, vertigo, diare, mual, muntah, konstipasi, kram, sakit perut, hiper kalemia, hemauria.
7.      Interaksi obat
Dengan beta bloker dan diuretik golongan loop: kemungkinan menurunkan efek antihipertensi, dengan warfarin: meningkatkan resiko pendarahan gastrointestinal, dengan digoxin, lithium, dan methotrexate: dapat meningkatkan kadar obat tersebut dalam darah.
8.      Keterangan
-



Friday, September 22, 2017

Sistem Pratekan Pretensioning (Sistem Penegangan-Awal)



·         Sistem Pratekan Pretensioning (Sistem Penegangan-Awal)
Dalam sistem pretensioning, tendon baja kekuatan tinggi ditarik diantara dua
ujung abutmen (juga disebut bulkhead ) sebelum pengecoran beton. Abutmen-abutmen dikekang pada ujung-ujung landasan prategang.Pada saat beton mencapai kekuatan yang diinginkan untuk penegangan, tendon-tendon diputus dari abutmen-abutmennya. Gaya pratekan ditransfer ke beton dari tendon,berdasarkan ikatan/rekatan diantara beton dan tendon. Selama transfer prategang, elemen mengalami perpendekkan elastik. Apabila tendon diaplikasikan secara eksentris, elemen sangat munngkin mengalami lenturan dan defleksi .
Tahap - tahap yang berbeda dari pelaksanaan pretensioning diringkaskan sbb.:
1. Pengangkuran tendon pada ujung-ujung abutmen
2. Penempatan jack-ack (dongkrak)
3. Aplikasi tarikan pada tendon
4. Pencetakan beton
5. Memutus tendon
Selama pemutusan tendon-tendon, prategang ditransfer pada beton melalui perpendekkan elastik dan pelengkungan elemen. Tahap-tahap tersebut ditunjukkan secara skematik dalam Gambar. 2.3. Panjang penegangan dan alas acuan bervariasi dari sekitar 80 feet (25 m) sampai 650 feet (200 m), bergantung pada produk yang diperlukan. Untaian kabel yang ditegangkan secara individu biasanya dilepaskan dengan api-pemotong atau sawing. Urutan pemotongan harus sedemikian rupa agar tegangan-tegangan tetap sesimetris mungkin. Pemotongan harus dilakukan secara bertahap dan sedekat mungkin dengan elemen untuk meminimalkan jumlah energi yang ditransfer secara dinamik melalui tegangan ikat pada pelepasan.



·         Keuntungan dan Kerugian Sistem Pretensioning
Keuntungan relatif sistem pretensioning dibandingkan dengan sistem post-tensioning adalah Sistem pretensioning cocok untuk elemen pracetak yang diproduksi dalam jumlah besar.
·         Kerugian relatif sistem pretensioning adalah,
1.       Suatu alas penegangan diperlukan untuk pelaksanaan pretensioning;
2.       Terdapat suatu masa tunggu di alas penegangan, sebelum beton mencapai cukup kekuatan;
3.      Harus ada ikatan/rekatan yang baik diantara beton dan baja sepanjang panjang transmisi
 


Sisi samping acuan (mold) terlihat di latarbelakang ke arahkanan. Untaian kabel prategang ditahan pada pusat balok oleh katrol-katrol baja yang akan tertinggal dalam beton sesudah pengecoran. Alas berukuran
cukup panjang sehingga beberapa gelagar dapat dicetak dari ujung ke ujung, dengan
untaian kabel ditarik keatas dan ke bawah sesuai keperluan. Baja tulanganlunak
digunakan sebagai tulangan geser (sengkang). Sisi-sisi atas sengkang akan merekat pada lapisan penutup yang dicetak di tempat. Puntiran vertikal kabel prategang dekat ujung gelagar akan berfungsi sebagai putaran pengangkat.
·         Perangkat Sistem Pretensioning
Beberapa perangkat penting dalam sistem pretensioning adalah sbb.:
1.      Alas / landasan prategangan
2.      Abutmen ujung
3.       Acuan / mold
4.       Jack (dongkrak)
5.      Perangkat pengangkuran
6.       Perangkat pelentuk kabel

Thursday, April 27, 2017

MIKROTIK OS




SOAL :
1. Mencari fungsi microtik os
2. Mencari studi kasus microtik os

JAWAB :
1.   > Pengaturan koneksi internet dapat dilakukan secara terpusat dan memudahkan untuk pengelolaannya.

     > Konfigurasi LAN dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan PC Mikrotik Router OS dengan hardware requirements yang sangat rendah.
    
     >Blocking situs-situs terlarang dengan menggunakan proxy di mikrotik.
Pembuatan PPPoE Server.
    
     >Billing Hotspot.
Memisahkan bandwith traffic internasional dan local, dan lainnya.


2.   Kantor PT. Jaya Sentosa Memiliki 4 lantai, dan jumlah seluruh pemakai internet di kantor tersebut ada50 User sudah termasuk PC & Laptop. Layanan internet menggunakan Modem GSM Up To 10 Mbps. Anda sebagai teknisi jaringan ditugaskan oleh owner untuk setting jaringan menggunakan mikrotikmulai membuat gateway sampai Bandwidth Management.


Petunjuk
 1. Mikrotik Menggunakan RB95ui-2hnd G
 2. Buat 4 buah gateway untuk masing-masing interface (3gateway mengarah ke jaringan LAN dan satu  gateway mengarah ke jaringan Wifi )
      · Gateway lantai 1 : 192.168.1.1/24 Jaringan LAN
      · Gateway lantai 2 : 192.168.2.1/24 jaringan LAN
      · Gateway lantai 3 : 192.168.3.1/24 jaringan LAN
      · Gateway lantai 4 : 192.168.4.1/24 jaringan Wifi
3. Setting Koneksi Internet menggunakan PPP Client sehingga mikrotik sudah bisa terkoneksi denganInternet
4. Buat Network Address Translation (NAT)
5. Uji Cobang Ping ke luar jaringan di Mesin Mikrotik
6. Setting Bandwidth Management untuk seluruh client dengan metode Simple Queue dan Queue

Tree dimana Rule nya :
       · Lantai 1 dapat jatah Bandwidth 2 mb/s dengan jumlah user 10 (Static IP)
       · Lantai 2 dapat Jatah Bandwidth 3 mb/s dengan jumlah user 15 (DHCP Server)
       · Lantai 3 dapat jatah bandwidth 2 mb/s dengan jumlah user 15 (DHCP Server)
       · dan lantai 4 dapat jatah bandwidth 2 mb/ dengan jumlah user 10 (DHCP Server)
       · untuk lantai 1 sampai 3 gunakan Metode Queue Simple dengan parent.
       · untuk lantai 4 gunakan Queue Tree dengan metode PCQ
7. Uji Coba Hasil Settingan Menggunakan Speed Test dan Download Manager untuk mengetahui
Bandwidth yang diterima oleh masing-masing user



MIKROTIK OS







NAMA :
Faisal Ali Fanani          1434010132
M Riza Pahlawan                  1434010178

LABORATORIUM JARINGAN KOMPUTER
PROGAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
2016